Selasa, 05 Juni 2012

KROMATOGRAFI KERTAS

Kromatografi digunakan untuk memisahkan campuran dari substansinya menjadi komponen-komponennya. Seluruh bentuk kromatografi bekerja berdasarkan prinsip yang sama.
Seluruh bentuk kromatografi memiliki fase diam (berupa padatan atau cairan yang didukung pada padatan) dan fase gerak (cairan atau gas). Fase gerak mengalir melalui fase diam dan membawa komponen-komponen dari campuran bersama-sama. Komponen-komponen yang berbeda akan bergerak pada laju yang berbeda pula.

A.    Definisi kromatografi
Kromatografi adalah suatu  metode fisika untuk pemisahan dimana komponen-komponen yang akan dipisahkan didistribusikan antara dua fase, salah satu fase merupakan lapisan stasioner dengan permukaan yang luas, dan fase berupa zat alir ( fluid ) yang mengalir lamabat menembus atau sepanjang lapisan stasioner itu. Fase stasioner dapat berupa zat padat atau cair dan fase geraknya dapat berupa cairan atau gas.
Ada empat macam sistem kromatografi yaitu :
1.      Kromatografi cairan-padat / kromatografi serapan, meliputi : kromatografi lapisan tipis, kromatografi penukar ion.
2.      Kromatografi cairan-cairan / kromatografi partisi, meliputi : kromatografi kertas.
3.      Kromatografi gas-padat, meliputi : kromatografi gas padat.
4.      Kromatografi gas-cair, meliputi : kromatografi gas cair.

B.     Kromatografi kertas
Berbagai jenis pemisahan  yang sederhana dengan kromatografi kertas telah dikerjakan dimana proses dikenal sebagai “ Analisa Kapiler “. Metode-metode seperti ini sangat bersesuaian dengan kromatografi serapan dan sekarang kromatografi kertas dipandang sebagai perkembangan dari sistem partisi.
Mula-mula telah dilakukan pemisahan asam-asam amino dan peptida-peptida yang merupakan hasil hidrolisa protein wool dengan suatu cara dimana kolom yang berisi bubuk diganti dengan lembaran kertas dan kemudian diletakan dalam bejana tertutup yang berisi uap jenuh larutan.
Pada kromatografi kertas peralatan yang dipakai tidak perlu alat-alat yang teliti atau mahal. Hasil-hasil yang baik dapat diperoleh dengan peralatan dan materi-materi yang sangat sederhana. Senyawa-senyawa yang terpisahkan dapat dideteksi pada kertas dan dapat segera diidentifikasikan.
Dalam kromatografi kertas, fase diam adalah kertas serap yang sangat seragam. Fase gerak adalah pelarut atau campuran pelarut yang sesuai.

C.     Kertas untuk kromatografi kertas
Pekerjaan dalam kromatografi kertas dilakukan dengan menggunakan kertas saring Whatmann no. 1. Kertas dalam pemisahan mempunyai pengaruh pada kecepatan aliran pelarut. Efek-efek serapan disebakan oleh sifat polar dari gugus-gugus hidroksi dimana ini kemungkinan sangat penting dan sejumlah kecil dari gugus karboksil dalam selulosa dapat menaikan terhadap efek-efek pertukaran ion.
Kecepatan  aliran naik dengan penurunan kekentalan dari pelarut (dengan kenaikan dalam suhu), tetapi aliran pelarut pada suhu tertentu ditentukan oleh kerapatan dan tebal dari kertas. Kertas-kertas yang lebih tebak biasanya digunakan untuk pemisahan pada jumlah yang lebih besar, karena mereka dapat menampung lebih banyak cupilkan tanpa menaikkan area dari noda mula-mula.
D.    Identifikasi dari senyawa-senyawa
Dalam mengidentifikasi noda-noda dalam kertas sangat lazim menggunakan harga Rf  ( Retordation Factor ) yang didefinisikan sebagai :
                 Jarak yang digerakan oleh senyawa            
RF =    Jarak yang digerakan oleh permukaan pelarut

Nilai Rf
Beberapa senyawa dalam campuran bergerak sejauh dengan jarak yang ditempuh pelarut; beberapa lainnya tetap lebih dekat pada garis dasar. Jarak tempuh relative pada pelarut adalah konstan untuk senyawa tertentu sepanjang anda menjaga segala sesuatunya tetap sama, misalnya jenis kertas dan komposisi pelarut yang tepat. Jarak relative pada pelarut disebut sebagai nilai Rf.

Misalnya, jika salah satu komponen dari campuran bergerak 9.6 cm dari garis dasar, sedangkan pelarut bergerak sejauh 12.0 cm, jadi Rf untuk komponen itu:

E.     Faktor yang mempengaruhi harga Rf yaitu
1.      Pelarut
Disebabkan  pentingnya koefesien partisi, maka perubahan-perubahan yang sangat kecil dalam komposisi pelarut dapat menyebabkan perubahan-perubahan harga Rf

2.      Suhu
Perubahan dalam suhu merubah koefesien partisi dan juga kecepatan aliran

3.      Ukuran dari bejana
Volume dari bejana mempengaruhi homogenitas dari atmosfer jadi mempengaruhi kecepatan penguapan dari komponen-komponen pelarut dari kertas. Jika bejana besar digunakan, ada tendensi perambatan lebih lama, seperti perubahan-perubahan komposisi pelarut sepanjang keras, maka koefesien partisi akan berubah juga. Dua faktor yaitu penguapan dan komposisi mempengaruhi harga Rf.

4.      Kertas
Pengaruh utama kertas pada harga-harga Rf timbul dari perubahan ion dan serapan, yang berbeda untuk macam-macam kertas. Kertas-kertas mempengaruhi kecepatan aliran , ia akan juga mempengaruhi pada keseimbangan partisi.

5.      Sifat dari campuran
Berbagai senyawa mengalami partisi diantara volume-volume yang sama dari fase tetap dan bergerak . Mereka hampir selalu mempengaruhi karakteristik dari kelarutan satu terhadap lainya hingga terhadap harga-harga Rf mereka.


F.      Contoh Prosedur Kromatografi kertas

Sampel dari masing-masing tinta diteteskan pada garis dasar pensil pada selembar kromatografi kertas. Dalam gambar, pena ditandai 1, 2 dan 3 serta tinta pada pesan ditandai sebagai M.

Kertas digantungkan pada wadah yang berisi lapisan tipis pelarut atau campuran pelarut yang sesuai didalamnya. Perlu diperhatikan bahwa batas pelarut berada dibawah garis pada bercak diatasnya
.
Alasan untuk menutup wadah adalah untuk meyakinkan bahwa astmosfer dalam gelas kimia terjenuhkan dengan uap pelarut. Penjenuhan udara dalam gelas kimia dengan uap menghentikan penguapan pelarut sama halnya dengan pergerakan pelarut pada kertas.

Karena pelarut bergerak lambat pada kertas, komponen-komponen yang berbeda dari campuran tinta akan bergerak pada laju yang berbeda dan campuran dipisahkan berdasarkan pada perbedaan bercak warna.
Gambar menunjukkan apa yang tampak setelah pelarut telah bergerak hampir seluruhnya ke atas.
Hasil kromatografi akhir dari pena yang ditulis pada pesan yang mengandung pewarna yang sama dengan pena 2. Anda juga dapat melihat bahwa pena 1 mengandung dua campuran berwarna biru yang kemungkinan salah satunya mengandung pewarna tunggal terdapat dalam pena 3.


Septiratna. 2008. Identifikasi Zat Pewarna pada Minuman Jelly yang dijual di SD. Unimus (pdf)
       

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:

Free Blog Templates