Selasa, 10 Januari 2012

Apel dan Putih Gigi


Siapa yang tidak suka apel? Rasanya yang manis membuat kita tidak mempunyai alasan untuk tidak memakannya. Tetapi, tahukah Anda, selain tinggi kandungan vitamin dan nutrisi, apel ternyata juga mempunyai fungsi lain, yakni sebagai pemutih gigi.
Beberapa buah memang memiliki kandungan "pemutih" gigi. "Asam alami dan senyawa astrigen, yang dikombinasi dengan kekayaan serat dalam apel membuat buah merah ini menjadi makanan yang ideal untuk membersihkan dan memutihkan gigi," jelas Jeff Golub-Evans, DDS, cosmetic dentist, New York University.
Ketika kita mengunyah makanan yang kriuk-kriuk, seperti apel, seledri, mentimun, dan wortel, mereka bisa berubah menjadi sikat gigi kecil yang membantu menggosok noda-noda membandel yang menempel di permukaan gigi. Selain itu, buah-buahan tersebut juga merangsang terbentuknya air liur yang bisa mengurangi kuman di mulut.
Bagi Anda para penikmat kopi, sekaranglah saatnya menjadikan apel sebagai makanan wajib setiap hari. Jika kita menjadikan apel sebagai snack, jangan lupa untuk membersihkan gigi kita dengan segelas air putih untuk menghilangkan kandungan gula, asam, dan plak yang bisa merusak gigi kita.
Sumber :
kompas.com

Manfaat Di Balik Kenikmatan Bercinta





Berhubungan seks secara teratur bukan hanya membuat hubungan dengan pasangan semakin intim tapi juga menyehatkan fisik. Coba cek manfaat tersembunyi apa saja yang berada di balik kenikmatan sesi bercinta dengan pasangan.

1. Mengurangi stres

Studi menunjukkan orang yang berhubugnan seksual minimal sekali dalam dua minggu akan lebih mampu menghadapi situasi penuh tekanan, misalnya harus berbicara di depan publik. 

Menurut ahli psikologi Stuart Brody, Ph.D, saat bercinta tubuh akan mengeluarkan endorfin dan oksitosin yang akan mengaktifkan pusat kesenangan di otak sehingga menimbulkan rasa intim dan rileks. Bahkan, Anda tidak harus mencapai klimaks untuk mendapatkan efek tersebut. 

2. Tidur lebih nyenyak

Hormon endorfin yang membuat rasa stres berkurang juga akan membuat jiwa dan raga menjadi tenang sehingga tidur pun terasa nyenyak. Selain itu, saat mencapai orgasme tubuh akan mengeluarkan hormon prolaktin. Hormon ini berada di level tertinggi saat kita tidur. 

Akan tetapi, hubungan seks yang berapi-api justru bisa membuat tubuh terasa lebih berenergi daripada mengantuk. Jadi jika Anda ingin menjadikan seks sebagai pengantar tidur indah, lakukan dengan lembut dan tidak terburu-buru.

3. Mengurangi nyeri

Hormon-hormon yang dilepaskan setelah orgasme akan bermanfaat untuk mengurangi nyeri apa saja, mulai dari sakit kepala hingga nyeri punggung. Hal ini karena hormon tersebut menyerupai morfin.

4. Mengurangi flu dan demam

Orang yang rajin bercinta memiliki level antibodi imunoglobin A (IgA) lebih tinggi. Antibodi ini bisa melawan penyakit dan menjauhkan tubuh dari flu dan demam. 

5. Mencerahkan wajah

Dalam studi yang dilakukan peneliti dari Skotlandia, diketahui orang yang berhubungan seks 4 kali dalam seminggu dengan pasangan tetapnya dinilai 12 tahun lebih muda dari usia sebenarnya. Rahasianya adalah hormon-hormon seks akan membuat tubuh terlihat muda dan vital. Hormon estrogen juga membuat kulit lebih lembut dan rambut bersinar.

6. Mengurangi nyeri haid
Saat seorang wanita orgasme, terjadi kontraksi di rahim dan hal ini akan menyingkirkan penyebab kram perut saat menstruasi. Kontraksi rahim yang sering juga bisa membuat waktu haid lebih singkat. 



Sumber :
kompas.com

Jumat, 04 November 2011

Pilihan Tepat Menggunakan Body Lotion




Kulit membutuhkan regenerasi. Ketika regenerasi dan pengelupasan kulit tidak terjadi secara alami maka karena kurangnya kelembaban kulit, kulit pun menjadi kering dan bersisik.

Kulit yang kering akan tampak kusam dan tak bercahaya, seringkali terlihat bersisik, dan keriput. Cara termudah untuk membuktikan kulit yang kering adalah dengan menggores kulit dengan kuku secara perlahan. Jika ada bekas guratan putih yang cukup tebal, berarti kulit Anda cenderung kering. Bagian yang paling mudah dideteksi biasanya di bagian siku.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kulit kering, salah satunya dengan menggunakan losion tubuh. "Losion tubuh umumnya mengandung gliserin sebagai bahan utamanya, yang berfungsi untuk memberikan dan mempertahankan kelembaban kulit manusia," ungkap Vivi Tri Andari, Home Personal Care Technical Management Manager, PT Unilever Tbk dalam peluncuran Vaseline Cocoa Glow Body Lotion di Penang Bistro, Mal Kelapa Gading 5, Jakarta Utara, Jumat (21/10/2011) lalu. 

Agar tak terjadi iritasi pada kulit, pilih losion yang cocok dan tepat untuk jenis kulit Anda. Penggunaan losion untuk menghindari kekeringan pada kulit, sebaiknya diaplikasikan ke seluruh tubuh agar tubuh tetap terjaga kelembabannya. Untuk mendapat hasil maksimal, sebaiknya losion juga digunakan sesuai jenis aktivitas Anda.


"Jika aktivitas Anda lebih sering terpapar sinar matahari, polusi, dan sebagainya, lebih baik sesering mungkin digunakan. Penggunaan dalam frekuensi yang sering juga harus digunakan bila Anda berada di dalam ruangan AC dalam jangka waktu yang lama," tukas Vivi.

Penggunaan losion tubuh yang paling tepat untuk mendapatkan kulit sehat dan lembab adalah setelah mandi. Kandungan beberapa senyawa kimia dalam sabun mandi ternyata bisa menyebabkan kulit manusia menjadi kering. Maka, penggunaan losion setelah mandi bisa membantu melembabkan kulit. "Minimal dua kali sehari harus menggunakan losion agar kulit tetap cantik dan sehat," ungkap Lourda Hutagalung, pemilik Gaya Spa.

Menurut Lourda, losion sebaiknya juga digunakan sesaat sebelum tidur malam. Sebab, umumnya kamar tidur saat ini menggunakan pendingin udara. Hal ini akan membuat kulit menjadi semakin kering. Padahal pada saat tidur proses metabolisme dan penguapan cairan dari dalam tubuh akan bekerja lebih cepat, sehingga kulit akan menjadi lebih cepat kering. Nah, penggunaan losion sebelum tidur akan menghambat penguapan cairan dari dalam kulit tersebut, dan mengeluarkannya secara perlahan.

Selain itu, sedikitnya aktivitas fisik selama tidur akan mempercepat proses regenerasi kulit berkat bantuan dari senyawa kimia dari losion. Proses ini akan membuat kulit lebih terjaga kelembabannya sampai pagi, dan menghasilkan kulit yang lembab dan halus. "Tetapi jangan lupa untuk digunakan secara rutin, agar hasilnya benar-benar maksimal. Rutin merawat kulit adalah kunci kulit yang sehat," tukasnya.

SUMBER : kompas.com

Rambut Rontok, Haruskah Perawatan???




Masalah kerontokan rambut menimbulkan kekhawatiran bagi perempuan juga laki-laki. Penelitian yang dilakukan Research International tahun 2008 terhadap 601 perempuan dan 201 pria Indonesia, pengguna produk perawatan rambut, menunjukkan data dan faktanya.


Sebanyak 36 persen perempuan Indonesia mengalami masalah rambut rontok, dan 78 persen dari mereka mengaku khawatir terhadap kerontokan rambut. Sementara, 16 persen laki-laki Indonesia menyatakan dirinya mengalami masalah rambut rontok. Dan sebanyak 75 persen laki-laki khawatir akan masalah rambut rontok ini.

Kekhawatiran yang paling umum ditemui adalah kebotakan. Banyak orang khawatir rambut tidak lagi tumbuh.  Meski sebenarnya, rambut secara alami mengalami tiga fase. Rambut rontok termasuk salah satu fase alami. Namun, kekhawatirannya adalah, rambut tak mengalami pertumbuhan baru setelah melewati fase rontok tersebut.



Siklus rambut
Siklus hidup rambut normal mengalami tiga fase. Yakni fase pertumbuhan (anagen) , fase istirahat (cantagen), dan fase rontok (telogen). Jadi rambut rontok merupakan fase alami yang pasti terjadi pada semua orang. Tidak perlu cemas, dalam keadaan normal siklus rambut akan kembali lagi berulang mengalami fase pertumbuhan (anagen), dan berulang seterusnya. Rata-rata rambut orang Asia tumbuh sekitar 1-1,5 cm per bulan.

Namun kerontokan yang lebih dari 100 helai per hari perlu diwaspadai. Apalagi jika di area
kerontokan tersebut tidak lagi mengalami pertumbuhan rambut baru.



Butuh perawatan
Salah satu penyebab mengapa pertumbuhan rambut baru tak terjadi adalah karena terjadinya pengerasan kolagen pada pangkal rambut, di bawah kulit kepala. Pengerasan kolagen ini menutup pangkal rambut, menyulitkan penyerapan nutrisi, menyebabkan penyatuan antara pangkal rambut dan kulit kepala menjadi lemah, dan serat kapiler menjadi lebih tipis.

Apabila tidak dirawat, rambut akan rontok lebih cepat, yang akan menimbulkan penipisan dan tanda awal kebotakan. Jika rambut tidak lagi mengalami fase pertumbuhan (anagen), maka tidak ada lagi rambut tumbuh dan kebotakan pun mengancam.



Perawatan juga pencegahan
Selain membutuhkan perawatan intens dengan produk perawatan rambut yang tepat, Anda juga bisa melakukan pencegahan kerontokan rambut.

Salah satu pemicu masalah rambut rontok adalah stres. Saat stres menyerang, Anda bisa mengatasinya dengan melakukan relaksasi seperti yoga, meditasi, terapi, dan lain-lain. Dan, sebisa mungkin hindari stres yang berlebihan dan nantinya biarkan rambut rontok kita akan tumbuh kembali lagi.

Diet terlalu ketat juga membuat rambut rontok. Pastikan asupan  protein mencukupi kebutuhan harian. Karena protein  merupakan nutrisi yang sangat penting untuk membuat rambut kita tetap sehat dan utuh. 

SUMBER : kompas.com

Rabu, 10 Agustus 2011

Facebook-an, Twitter-an Atau Ngegame, Apa Sih Bahayanya???


Begitu diperkenalkan ke publik, situs jejaring sosial Facebook langsung menjerat hati jutaan penggemarnya. Media sosial ini dicintai karena memungkinkan seseorang berhubungan kembali dengan teman lama dari sekolah atau perguruan tinggi tanpa harus bertemu muka.
Namun penggunaan Facebook yang intens memiliki konsekuensi, terutama bagi remaja. Larry Rosen, psikolog di Cal State Dominguez Hills, yang telah mempelajari dampak teknologi terhadap manusia selama lebih dari 25 tahun mengungkapkan situs jejaring sosial seperti ini berdampak buruk untuk anak dan remaja.
Ia mengungkapkan temuannya dalam pertemuan tahunan American Psychological Association. Menurutnya, remaja yang sering menggunakan teknologi seperti video game atau internet, cenderung lebih mengeluhkan nyeri perut, gangguan tidur, kecemasan dan depresi. Mereka juga dilaporkan sering bolos sekolah.
Selain itu remaja dan orang dewasa muda yang sering login ke Facebook lebih narsis. "Situs jejaring sosial membuat seseorang lebih narsis karena bisa mengiklankan dirinya sendiri 24 jam 7 hari seminggu menurut keinginan pribadi," kata Rosen.
Di antara pengguna dari segala usia, Rosen menilai makin banyak orang menggunakan Facebook, makin besar kemungkinan mereka memiliki gangguan kepribadian antisosial, paranoia, kecemasan dan penggunaan alkohol.
Ketika Rosen dan timmnya mengamati siswa SMP, SMA dan mahasiswa yang sedang belajar untuk ujian selama 15 menit, mereka menemukan bahwa kebanyakan siswa hanya bisa fokus selama dua sampai tiga menit sebelum mengalihkan perhatian mereka untuk hal-hal yang kurang ilmiah, seperti teks pesan atau fitur media sosial di ponsel. Tidak mengherankan siswa yang sebentar-sebentar memeriksa akun Facebook sambil belajar mendapatkan hasil yang buruk saat ujian.
Orang tua juga harus menangani bentuk lain dari jejaring sosial, seperti mengirim dan menerima pesan teks (SMS). Remaja rata-rata mengirimkan lebih dari 2.000 teks per bulan. Ini adalah jumlah besar yang bukan cuma memicu masalah tidur dan konsentrasi, tetapi juga stres fisik.
Rosen menunjukkan contoh seorang remaja di Chicago yang menderita sindrom carpal tunnel dan memerlukan obat pereda nyeri dan perban pada pergelangan tangan setelah mengirim lebih dari 100 teks perhari.
"Anak-anak dibesarkan pada konsep koneksi. Bagi mereka bukan kualitas yang penting, tetapi hubungan itu sendiri. Telepon atau bertemu tatap muka hanya  memungkinkan jumlah minimum koneksi, sementara alat-alat lain memungkinkan mereka untuk terhubung ke dunia," kata Rosen.
Meski Facebook juga memiliki banyak sisi positif, tetapi Rosen menyarankan agar orangtua perlu memberi pemahaman pada anak mereka mengenai cara berperilaku secara online. Hal ini bisa mendorong anak untuk menyadari apa yang boleh dan dilarang ketika menggunakan internet.
Ia menambahkan, media sosial jika digunakan secara tepat bisa membantu anak berperilaku empati dan berinteraksi dengan teman-temannya tanpa harus mengkhawatirkan reaksi orang secara langsung. "Untuk anak-anak pemalu ini akan menjadi nilai tambah dan membantu mereka keluar dari cangkangnya," katanya.
Tetapi ada satu hal penting yang kerap dilupakan orangtua, yakni Facebook sebenarnya ditujukan untuk orang dewasa, bukan anak-anak. "Berbeda dengan bullying di sekolah, bullying yang terjadi di internet bisa terjadi setiap saat," katanya.
Sumber : kompas.com



Rabu, 03 Agustus 2011

Ada Gunung Berapi di Bawah LAUT ANTARTIKA




Sebanyak 12 gunung api yang berlokasi di bawah lautan beku ditemukan di kawasan Kutub Selatan. Beberapa gunung api tersebut masih aktif. Selain itu, tim ekspedisi juga menemukan kawah berdiameter 5.000 meter yang diduga terbentuk akibat letusan gunung berapi.


Rangkaian gunung berapi bawah laut ini terbentang di South Sandwich Islands. Letaknya terpencil dan air laut di atasnya sebagian tertutup salju. Phil Leat dari British Antarctic Survey mengaku, mereka sendiri terkejut akan penemuan itu. "Masih banyak rahasia gunung berapi di bawah laut yang belum bisa kita pahami," katanya.


Puncak-puncak gunung tidak terlihat dari permukaan laut. Mereka baru terlihat dengan bantuan perangkat pemetaan tiga dimensi. Meskipun demikian, peneliti yakin yang mereka temukan memang gunung berapi. Tim British Antarctic Survey menggunakan teknologi pemetaan yang terpasang di kapal RRS James Clark Ross. Ini merupakan penemuan gunung berapi bawah laut untuk kali pertama di kawasan tersebut.


Leat menyebut penemuan ini penting karena bisa membantu untuk memahami kejadian terkait letusan gunung berapi bawah laut. Mereka juga bisa mengenali potensi bahaya yang akan terjadi. "Teknologi pemetaan bawah laut yang ada sekarang ini tak cuma menyuguhkan sepotong cerita tentang evolusi planet bumi, tetapi memberi petunjuk mengenai seberapa bahaya ancaman yang ditimbulkan," jelas Leat.


Selain itu, para peneliti juga tertarik untuk menelaah keanekaragaman kehidupan di wilayah sekitar gunung api bawah laut tersebut. 


Sumber :
kompas.com
http://nationalgeographic.co.id

Kamis, 14 Juli 2011

Kura-kura Sakti



Kura-kura Boremys yang selamat dari tabrakan meteor yang melenyapkan dinosaurus sepertinya sama sekali tidak terpengaruh oleh bencana besar itu. Demikian menurut hasil studi yang dilaporkan dalam Society of Vertebrate Paleontology.

Menurut Walter Joyce dari University of Tubingen, kura-kura air mampu bertahan karena kemampuan alami untuk bertahan dalam kondisi berat. "Ketika temperatur terlalu dingin, mereka melakukan hibernasi. Ketika terlalu panas atau kering, mereka akan menggali lubang dalam lumpur dan menunggu kekeringan lewat," jelas Joyce. "Rupanya kemampuan itu juga berguna ketika tabrakan meteor 65 juta tahun yang lalu," tambah Joyce.

Berdasarkan fosil yang ditemukan di Hell Creek dan Fort Union di barat daya Dakota Utara dan sebelah timur Montana, ilmuwan menerka Boremys hidup 80 hingga 42 juta tahun yang lalu. Spesies yang mereka temukan menyukai daerah rawa di sekitar sungai tropis.

Boremys memakan tanaman lunak, moluska kecil, serangga dan ikan. Boremys terkecil memiliki panjang 25 sentimeter, sedangkan yang terbesar bisa mencapai 80 sentimeter.

Boremys tidak memiliki hubungan dekat dengan kura-kura modern. "Tetapi, mereka punya kebiasaan yang sama dengan kura-kura modern," jelas peneliti.

Saat meteor menabrak Bumi 65 juta tahun yang lalu, sebagian besar spesies dinosaurus yang punah. Sebagian lagi mengalami kehilangan individu dalam jumlah yang sangat besar. Sementara beberapa jenis lain, seperti kura-kura Boremys, mampu selamat.

"Hewan-hewan besar mati dalam jumlah ribuan. Sementara itu amfibi, seperti kodok dan salamander, juga reptil, masih bisa bertahan karena mereka punya teknik yang membantu mereka hidup di kondisi sulit," kata Joyce.

Joyce juga menambahkan, hewan yang selamat masih harus menghadapi masalah. "Mereka tidak selalu mampu bertahan dari pemangsa," katanya.

Kura-kura modern saat ini pun menghadapi masalah itu. "Ironis, hewan yang sudah ada sejak 220 juta tahun yang lalu sekarang hampir punah karena aktivitas manusia. Mereka selamat dari asteroid, tapi tidak selamat dari spesies kita," kata James Parham, peneliti dari Field Museum of Natural History. 

Sumber :
National Geographic Indonesia
kompas.com 

Template by:

Free Blog Templates